Kamis, 17 Februari 2011

BANGSA INDONESIA YANG MASIH MEMPERCAYAI ADAT ISTIADAT NENEK MOYANG

Indonesia yang kita ketahui merupakan negara kepulauan yang terbentang dari sabang sampai merauke. Mempunyai sejarah panjang Negara Indonesia yang tak lepas dari kehidupan dan adat istiadat nenek moyang bangsa Indonesia yang terdahulu. Dimana sebagian bangsa Indonesia hingga kini masih mempercayainya. Walau banyak yang bilang itu mitos atau tahayul.

Mungkin untuk dikota-kota besar hal ini sangat sedikit yang mempercayainya, tetapi kalau kita melihat didaerah-daerah pedalaman hal ini sudah biasa mereka lakukan turun temurun. Sebagai contoh, ada suatu tradisi di daerah jawa yang disebut grebeg suro dimana nanti makanan berupa buah-buahan yang disusun seperti tumpeng diserbu orang banyak. Bahwa mereka percaya dengan makanan ini dapat membawa berkah. Dengan contoh diatas ada penilaian sebagian kalangan masyarakat yang melihat hal ini suatu kepercayaan yang diturunkan turun temurun, karena rizki yang berkah dapat diperoleh dari kerja keras dan berdoa. Sebagai contoh lagi, yang lumrah dilakukan kebanyakan orang-orang Indonesia yakni mendatangi dukun-dukun yang dipercayai bisa memenuhi semua permintaan. Walaupun ini sangat tidak masuk akal dan musyrik(menyekutukan Tuhan) hukumnya serta mendapat dosa besar. Tetapi secara diam-diam banyak orang-orang Indonesia yang melakukannya karena kebanyakan dari mereka tidak sabar menjalani hidup. Tujuannya pun berbeda-beda. Kalau di kota-kota besar, biasanya orang-orang yang mencari jalan pintas menjadi kaya. Tetapi kalau di daerah pedalaman-pedalaman dukun digunakan untuk memanggil dan mengusir roh-roh halus ,biasanya dalam acara adat istiadat tertentu.

Tetapi budaya nenek moyang bukan hanya itu saja, melainkan dari perkataan-perkataan berupa perintah atau larangan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ada larangan "Jangan duduk didepan pintu, karena akan jauh jodohnya". Padahal secara logika, tidak ada hubungannya antara duduk didepan pintu dengan jodoh, seperti yang kita ketahui jodoh sudah ada yang mengatur yakni Yang Maha Kuasa bukan di pintu. Jika kita pikir secara jernih, larangan diatas merupakan gertakan agar jangan menghalangi orang yang ingin hilir keluar masuk pintu. Ada satu contoh lagi, "Jika menyapu tidak bersih , nanti dapat jodoh yang tidak menarik". Sama seperti diatas, ini hanyalah sebuah gertakan agar jangan malas-malas bersih-bersih seperti halnya menyapu karena nantinya akan tidak bersih.

Mungkin contoh-contoh diatas merupakan perkataan-perkataan gertakan dari jaman nenek moyang kita dulu. Tetapi dalam mitos kita boleh percaya atau tidak. Didalam salah satu tradisi jawa pernah ada dan hingga kini masih dipercaya. Mitos tersebut berbunyi "Bahwa perempuan yang sedang hamil dilarang melihat bulan purnama, karena nanti anak yang dilahirkan akan memiliki kulit yang belang. Saya sendiri tidak tahu ini sebuah gertakan atau bukan. Tapi yang sudah saya ketahui dari ibu-ibu yang mempunyai anak memiliki kulit belang, bahwa mereka pernah melihat bulan purnama saat mereka hamil dulu dan ini kenyataan.

Inilah salah satu dari sekian banyak budaya bangsa Indonesia yang hingga kita turun temurun mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari. Entah ini mitos atau bukan, tapi inilah budaya yang kita miliki dinegara kita.

Kamis, 18 November 2010

PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT

1. Perbedaan Kepentingan

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Dengan tingkah laku inilah kebutuhan dan kepentingan individu akan terpenuhi demi kelangsungan hidup individu tersebut. Kepentingan sifatnya pemenuhan, maka apabila kebutuhan seseorang sudah terpenuhi maka akan merasa puas tetapi sebaliknya, apabila kebutuhan seseorang tidak terpenuhi maka individu tidak merasa puas. Setiap Individu memiliki kepentingan dan kebutuhan yang berbeda baik jasmani dan rohani. Perbedaan kepentingan individu meliputi :
  • Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
  • Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
  • Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
  • Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
  • Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
  • Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan didalam kelomponya.
  • Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
  • Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.
Kenyataan-kenyataan seperti itu yang membuat sebagian besar individu tidak mampu untuk terpenuhi. Hal ini yang membuat konflik pada individu sendiri. Permasalahan utama dalam hal ini adalah jarak yang terlalu besar antara harapan dengan kenyataan yang dialami individu tersebut. Konflik yang terjadi tidak secara langsung tetapi melalui beberapa fase :
  • Fase disorganisasi yang terjadi karena kesalahpahaman yang menyebabkan sulit atau tidak dapatnya suatu kelompok menyesuaikan diri.
  • Fase disintegrasi(konflik) yaitu pernyataan tidak setuju dalam berbagai bentuk yang dikarenakan (ketidakpahaman anggota kelompok tentang tujuan sosial yang hendak dicapai, norma sosial yang tidak membantu masyarakat dalam mencapai tujuan yang telah disepakati, norma yang telah dihayati dalam kelompok bertentangan satu sama lain, sanksi sudah menjadi lemah, dan tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma masyarakat).
2. Prasangka, Diskriminasi, dan Ethnosentrisme

a. Prasangka dan diskriminasi
  • Prasangka dan diskriminasi adalah dua hal yang mempunyai hubungan satu sama lain. Keduanya dapat merugikan tumbuh-kembang integrasi dalam masyarakat. Suatu hal yang saling berkaitan, apabila individu berprasangka maka akan diikuti dengan diskriminatif pada ras kelompok tersebut. Jadi prasangka merupakan kecenderungan yang tidak tampak dan sebagai tindak lanjutnya timbul tindakan, aksi yang bersifat realistis. Dalam kehidupan sehari-hari prasangka ini banyak dimuati emosi-emosi atau unsur efektif yang kuat. Jika prasangka disertai dengan agresivitas dan rasa permusuhan, semuanya tidak disalurkan secara wajar, biasanya orang yang bersangkutan mencoba mendiskriminasikan pihak-pihak lain yang belum tentu salah, dan akibatnya dibarengi dengan justifikasi diri, yaitu pembenaran diri terhadap semua tingkah laku sendiri.
b. Perbedaan Prasangka dan diskriminasi
  • Perbedaan pokok antara prasangka dan diskriminatif adalah bahwa prasangka menunjukan pada aspek sikap sedangkan diskriminatif pada tindakanB. Faktor lingkungan sangatlah berpengaruh dalam hal ini. Karena tidak sedikit orang yang mudah berprasangka, namun banyak juga orang yang mudah berprasangka.
c. Sebab-sebab timbulnya Prasangka dan Diskriminatif
  1. Latar belakang sejarah.
  • Misalnya : bangsa kita masih menganggap bangsa Belanda adalah bangsa penjajah.Ini dilatarbelakangi karena pada masa lampau Bangsa Belanda menjajah Indonesia selama kurang lebih 3,5 abad.
2. Dilatar belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional
  • Apabila prasangka bisa berkembang lebih jauh sebagai akibat adanya jurang pemisah antara kelompok orang kaya dengan orang miskin.
3. Bersumber dari faktor kepribadian
  • Bersifat prasangka merupakan gambaran sifat seseorang. Tipe authorian personality adalah sebagian ciri kepribadian seseorang yang penuh prasangka, dengan ciri-ciri bersifat konservatif dan tertutup.
4. Perbedaan keyakinan, kepercayaan, dan agama.
  • Banyak sekali konflik yang ditimbulkan karean agama. Seperti yang kita alami sekarang diseluruh penjuru dunia.
d. Usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminasi

1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi
  • Usaha pemrataan pembangunan dan peningkatan pendapatan bagi Negara Indonesia yang masih tergolong dibawah garis kemiskinan.
2. Perluasan kesempatan belajar
  • Usaha perluasan kesempatan belajar bagi warga Negara Indoensia paling tidak mengurangi prasangka bahwa program pendidikan tinggi hanya dapat dinikmati oelh kalangan masyarakat menengah keatas.
3. Sikap terbuka dan sikap lapang
  • Dengan sikap terbuka dan lapang diharapkan dapat sikap saling menghargai, menghormati, dan menjauhkan diri dari sikap prasangka.
e. Ethnosentrisme
  • yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa/ras lain kurang baik dimata mereka.
3. Pertentangan-pertentangan sosial/ketegangan dalam masyarakat.
  • Mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Mengandung tiga taraf :
1. Pada taraf didalam diri seseorang.
2. Pada taraf kelompok
3. Pada taraf masyarakat.

Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut :
  • Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
  • Subjunction atau Domination, yaitu pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah dan menaatinya.
  • Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan dengan voting.
  • Minority consent, artinya kelompok mayoritas yang menang.
  • Compromise, artinya semua subkelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
  • Integration artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangan, dan ditelaah.
4. Golongan-golongan Yang Berbeda dan Integrasi Sosial
  • Masyarakat Majemuk dan National Indonesia terdiri dari :
1. Suku bangsa dan kebudayaannya.
2. Agama
3. Bahasa
4. Nasional Indonesia.
  • Integritas, variabel-variabel yang dapat menghamabat dalam integritas adalah :
1. Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya
2. Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi.
3. Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan
4. Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan
  • Integrasi Sosial, dapat diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, lembaga masyarakat secara keseluruhan.
  • Integrasi Nasional merupakan masalah yang dialami semua negara didunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya.
1. Beberapa permasalahan integrasi nasional
- Perbedaan Ideologi
- Kondisi masyarakat yang majemuk
- Masalah teritorial daerah yang berjarak cukup jauh
- Pertumbuhan partai politik
2. Upaya Pendekatan
- Mempertebal keyakinan seluruh warga negara terhadap ideologi nasional
- Membuka isolasi antar berbagai kelompok etnis.
- Menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional
- Membentuk jaringan asimilasi bagi berbagai kelompok etnis pribumi.




Sabtu, 30 Oktober 2010

Pelapisan Sosial dan Persamaan Derajat

Pelapisan sosial merupakan lapisan dari lapisan yang berlaku dikehidupan sosial. Pelapisan sosial tidak sama sekali memandang derajat seseorang pun. Oleh karena itu Perlu diadakan persamaan derajat antar manusia. Tugas dan fingsi pelapisan sosial adalah untuk melindungi kehidupan sosial menjadi tidak terganggu. Persamaan derajat pun turut mendukung atas terlaksanakannya pelapisan sosial tersebut. Oleh karena itu perlu diadakan persamaan derajat. Setiap masyarakat membutuhkan perlindungan atas kehidupannya. Bukan hanya perlindungan dari pihak-pihak yang berwenang tetapi dari semua lapisan masyarakat. Dalam kehidupan kita semua memandang banyak perbedaan antara kehidupan kita dan kehidupan orang lain. Jadi perlindungan yang dibutuhkan pastinya berbeda. Perbedaan itulah yang kadang kala membuat kita mementingkan diri sendiri atau biasa disebut egois. Maka dari itu pelapisan sosial harus disertakan dengan persamaan derajat. Karena persamaa derajat itulah yang akan menyatukan kita semua untuk mendapatkan perlindungan tersebut. Dan pada akhirnya kita semua mendapatkan perlindungan yang merata didalam kehidupan masyarakat. Janganlah sedikitpun pandang bulu apa lagi membedakan mana yang kaya dan mana yang miskin. Jadi tentunya kita semua pastinya membutuhkan perlindungan yang merata.

Warga Negara

Warga Negara adalah orang yang menempati suatu negara. Warga negara terbagi dua yakni : Warga Negara Asli dan Warga Negara Asing. Warga Negara Asli adalah warga yang asli keturunan negara tersebut, sedangkan Warga Negara Asing adalah warga negara keturunan warga negara asing. Untuk warga negara didasarkan pada keturunannya. Dan sistem yang dianut negara tersebut. Oleh karena itu banyak warga negara yang kebingungan atas status kenegaraannya. Karena untuk mengurus kewarganeraan sangatlah susah dan membutuhkan waktu dan biaya yang sangat lama dan sangat mahal. Pernikahan juga menentukan status kewarganegaraan orang tersebut. Apa jadi warga negara asing atau warga negara asli.

Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda adalah suatu generasi yang dibebankan untuk mencapai tujuan masa depan dan sosialisasi adalah pempublikasian tentang semua hasil karya-karya pemuda dalam masyarakat. Suatu pemuda yang mempunyai jiwa membara bagai api yang berkobar dan selalu mempunyai ide-ide yang cemerlang untuk membuat sesuatu yang baru akan lebih baiknya apabila didukung dengan sosialisasi yang memadai. Ide pemuda apabila dituangkan dan dilaksanakan akan membuat suatu bangsa menjadi lebih maju. Tetapi zaman sekarang banyak pemuda yang mempunyai ide-ide bagus masih binggung akan dibawa kemana dan akan digunakan untuk apa ide tersebut. Itu semua dikarenakan kurangnya sosialisasi untuk pemuda. Pemuda masih banyak bimbingan dari orang yang lebih berpengalaman untuk bagaimana memperjelas langkah pemuda tesebut yang mempunyai ide-ide cemerlang. Kalau sudah demikian tinggal pemuda tersebut, ide apa yang akan dituangkan dan dipublikasikan. Dan pemuda tersebut akan berfikiran ide apa yang akan dituangkan dan dipublikasikan dan dengan langkah apa pemuda tersebut mempublikasikannya. Jadi yang namanya pemuda dan sosialisasi tidak dapat dipisahkan karena setiap pemuda adalah cikal bakal kemajuan bangsa. Masih ingatkah kita terhadap petuah presiden pertama kita yang berbunyi "Beri aku seribu orang tua maka akan ku angkat gunung semeru, tetapi beri aku satu pemuda akan ku guncang dunia". Itulah mengapa pemuda sangatlah penting perannya. Karena pemuda sebagai pengganti generasi yang terdahulu, karena setiap jaman pasti ada waktunya. Pemudalah yang membentuk itu semua dan banyak membuat perubahan dalam perkembangan zaman.

Individu, keluarga, dan masyarakat

Pengertian individu adalah sesuatu yang tidak dapat dibagi lagi atau unit terkecil dalam keluarga dan masyarakat. Keluarga sendiri merupakan gabungan sekelompok individu yang saling melengkapi dalam menjalani hidup. Sedangkan masyarakat merupakan gabungan dari semua keluarga dalam kehidupan. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap individu tidak dapat hidup sendiri. Contohnya kita saja tidak dapat hadir didunia tanpa sekumpulan keluarga dan tidak dapat hidup sendiri didunia tanpa orang lain. Dalam keluarga kita sebagai individu mulai belajar bagaimana hidup yang sebenarnya dalam masyarakat. Keluargalah yang membimbing kita untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Contohnya orang tua kita yang selalu menasihati kita tentang kehidupan yang akan datang agar tidak terjerumus kedalam lembah kesengsaraan. Keluarga pula yang membuat orang, apakah itu miskin, sedang, maupun kaya. Merasa tenang, sejuk, bahagia, dan nyaman didalamnya. Karena keluargalah hidup kita, dan keluarga tidak dapat dibandingkan dengan materi apa pun. Dalam keluarga kita diajarkan untuk bagaimana kita hidup dan bergaul dimasyarakat nanti. Kita semua pastinya akan mengalami berkeluarga dan terjun ke masyarakat. Sungguh kita akan merasakan suasana yang berbeda tidak seperti dalam keluarga. Dalam masyarakat kita mendapatkan wawasan yang sangat luas dan tidak ada lagi yang akan mengajarkan kita bagaiman untuk hidup dan bertahan dimasyarakat itu sendiri. Kita akan mempunyai tanggung jawab masing-masing. Untuk belajar hidup dan saling melengkapi hidup kita dan orang lain. Dalam kehidupan kita diseluruh dunia pun kita pastinya menemukan berbagai macam masyarakat yang berbeda-beda. Sehingga individu, keluarga, dan masyarakat tidak dapat dipisahkan satu sama lain.